Analisis Dari Segi Sosiologis Mengenai Optimalisasi Edukasi Perpajakan Bagi Generasi Milenial Melalui Video

 


Sumber : Optimalisasi Edukasi Perpajakan Bagi Generasi Milenial Melalui Video

Generasi muda atau generasi milenial akan mendominasi kehidupan ke depan, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  perlu memikirkan upaya untuk mendekatkan pajak pada generasi milenial ini. Selain untuk anggaran pendidikan, dana pajak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, anggaran kesehatan, dana desa dan sebagainya. Contohnya, salah satu pembangunan menggunakan uang pajak pada tahun 2015 hingga 2018 adalah jalan tol sepanjang 782 kilometer dan 41.000 meter jembatan. Generasi milenial merupakan salah satu wajib pajak yang bisa berkontribusi dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia lewat kesadaran membayar pajak. Ada banyak pajak dan jenis penerimaan negara lainnya yang kerap dijumpai kaum milenial dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi perpajakan selain dilakukan secara tatap muka juga dilakukan memanfaatkan internet atau dikenal dengan istilah pendidikan jarak jauh. Pengembangan pendidikan jarak jauh bertujuan menyediakan akses seluas-luasnya yang tidak berkesempatan ikut tatap muka karena kendala ekonomi, geografis, transportasi, maupun social budaya sehingga cocok untuk Indonesia yang mempunyai penduduk sangat besar dan wilayah yang luas. Edukasi perpajakan agar lebih efektif dan efisien dapat dilakukan melalui video, karena video memiliki aspek audio sekaligus visual sehingga dapat menjangkau ketertarikan lebih banyak audiens, baik yang hanya menyukai audio saja atau visual saja.

Berikut adalah lima macam pajak dan penerimaan negara yang jika dibayarkan ternyata bisa membawa dampak luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.

1. Pajak Penambahan Nilai (PPN)

Pajak Penambahan Nilai atau PPN adalah pajak yang dikenakan bagi siapa saja yang melakukan transaksi barang yang termasuk dalam kategori objek PPN. Anak muda yang gemar jajan atau berkumpul dengan teman di kafe atau restoran cepat saji sebaiknya mengingat bahwa PPN sebesar 10 persen, yang sering terlihat di paling bawah struk, bisa membantu warga desa di pelosok Indonesia mendapatkan akses terhadap listrik. Tidak hanya itu, bantuan dari PPN juga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mendapat pendidikan yang lebih layak.

2. Perpanjang Paspor

Bagi generasi milenial yang memiliki hobi jalan-jalan ke luar negeri akan mengalami masa dimana mereka harus perpanjang paspor. Kini masyarakat tidak perlu khawatir karena proses perpanjangan paspor dapat dilakukan di kantor imigrasi manapun, bahkan bisa dilakukan secara online. Tanpa disadari, kaum milenial yang mengikuti proses tersebut secara tidak langsung menjadi agen pembangunan dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia karena biaya perpanjang paspor juga tergolong sebagai penerimaan negara

3. Perpanjang SIM

Seiring dengan perkembangan teknologi, anak muda zaman sekarang cenderung memiliki gaya hidup dengan tingkat mobilitas tinggi sehingga keberadaan SIM menjadi sangat penting. Sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya yang dibayarkan untuk perpanjang SIM juga digunakan untuk pembangunan nasional, salah satunya melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar.

4. Biaya Nikah di KUA (Kantor Urusan Agama)

Menikah menjadi salah satu pilihan hidup milenial yang membutuhkan pertimbangan matang. Tidak hanya itu, prosesi pernikahan memunculkan beragam aturan serta tradisi tertentu. Mereka yang memutuskan menikah sebaiknya mengetahui tata cara menikah secara legal dan resmi yang umumnya dilakukan di KUA. Tanpa disadari, biaya nikah yang diterima oleh negara bisa semakin membantu saudara kita di seluruh Indonesia agar mereka memiliki akses yang sama dengan yang masyarakat di kota-kota besar.

5. Pajak Penghasilan (PPh)

Banyak anak muda yang saat ini berani memulai langkah kewirausahaan, maka penting bagi kaum milenial untuk memahami tentang pajak penghasilan atau PPh. Anak muda yang meniti karir di kantor biasanya akan dibantu oleh pihak kantornya untuk menangani pajak penghasilan tersebut. Namun, bagi pelaku bisnis muda, sebaiknya mempelajari dari awal mengenai pajak-pajak yang harus dibayar atau dilaporkan ke negara termasuk PPh. Seluruh pajak penghasilan yang diterima negara bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia.

Pajak dan penerimaan negara lainnya memang begitu banyak, jumlahnya ada lebih dari 900 jenis, namun dampaknya juga begitu besar bagi pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Kementerian Keuangan Republik Indonesia baru-baru ini bekerja sama dengan berbagai channel pembayaran, salah satunya Tokopedia, untuk memudahkan masyarakat, salah satunya generasi muda untuk membayar pajak.


Analisi tentang : 

Optimalisasi Edukasi Perpajakan Bagi Generasi Milenial Melalui Video

Baca Juga :

Herlina Aprilia : Analisis Yuridis

Aruna Ariani : Analisis Ekonomi

Faris Almadaniy  : Analisis Segi Filosofis

Abdul Fatah Irsadi : Analisis Segi Psikologis


Comments